Suaranusantaranews
REMBANG – Dalam upaya mempercepat penanggulangan keadaan darurat dan meningkatkan keselamatan masyarakat, PT PLN Nusantara Power atau PLTU Rembang resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Kantor BPBD Kabupaten Rembang.
Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penguatan kapasitas, koordinasi, serta sinergi antarinstansi dalam mempercepat response time atau waktu tanggap pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Rembang.
Perwakilan manajemen PLTU Rembang, Aditya, menyampaikan bahwa sebagai salah satu objek vital nasional di Kabupaten Rembang, perusahaan memiliki komitmen besar tidak hanya menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan masyarakat sekitar melalui aksi kemanusiaan yang cepat, tepat, dan terukur.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik. Kami berharap sinergi antara PLTU Rembang dan BPBD mampu mempercepat penanganan keadaan darurat sehingga dampak risiko kebakaran dapat diminimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kalak BPBD Kabupaten Rembang, Luthfi, menyambut baik langkah kolaboratif tersebut. Menurutnya, integrasi sumber daya, mulai dari armada pemadam kebakaran, personel, hingga sistem komunikasi antarinstansi, akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan bencana di lapangan.
“Dengan adanya MoU ini, koordinasi lintas sektor akan semakin kuat. Kami optimistis pelayanan kepada masyarakat dalam situasi darurat dapat berjalan lebih cepat dan optimal,” katanya.
Melalui semangat Kolaborasi, dan Sinergi, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh demi mewujudkan Kabupaten Rembang yang aman, kondusif, dan sejahtera.
Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.







