SUARANUSANTARAnews
Semarang- Penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan sebuah institusi. Hal tersebut mengemuka dalam pesan moral dan ajakan reflektif yang disampaikan di kawasan DP Mall Semarang dengan tema “SDM Adalah Aset”.
Dalam pesan tersebut ditegaskan bahwa lemahnya pemanfaatan SDM internal menjadi pertanda kurang optimalnya kepemimpinan dalam sebuah institusi. Kader-kader yang selama ini telah berproses di dalam organisasi dinilai seharusnya mendapatkan ruang, kepercayaan, dan kesempatan untuk berkembang.
“Ketika SDM suatu institusi tidak terpakai, itu pertanda lemahnya kepemimpinan dalam institusi tersebut. Jangan abaikan kader dalam institusi sendiri lalu memilih kader di luar institusi,” demikian isi pesan yang disampaikan.
Pesan itu juga menggambarkan keresahan kader internal yang merasa memiliki kemampuan, namun belum mendapatkan kepercayaan penuh.
“Kami ada, kami mampu, tapi tidak dipercaya” menjadi bentuk kritik sekaligus harapan agar pimpinan institusi lebih memperhatikan potensi yang telah dimiliki organisasi sendiri.
Selain itu, disoroti pula fenomena kecenderungan memilih sumber daya dari luar dibanding memberdayakan kader internal.
Padahal, institusi yang maju disebut sebagai institusi yang mampu menghargai, memberdayakan, dan memanfaatkan potensi SDM-nya sendiri.
Ajakan untuk membangun bersama juga ditegaskan melalui slogan “Percayalah pada kader sendiri, bangun bersama untuk maju bersama.”
Pesan tersebut dinilai relevan bagi berbagai organisasi, lembaga, maupun institusi di tengah persaingan dan tantangan pembangunan sumber daya manusia saat ini.
Sebagai kota modern dan kota maju, Semarang dinilai membutuhkan penguatan kualitas SDM lokal agar mampu menjadi kekuatan utama dalam pembangunan dan kemajuan institusi di berbagai sektor.
(Red)







