Beranda / SERBA-SERBI / Ada dugaan Siwi Peni Menuduh Budiyono Berjuang Melalui KIS Law Firm & Mediator Karena Pengen Jabatan

Ada dugaan Siwi Peni Menuduh Budiyono Berjuang Melalui KIS Law Firm & Mediator Karena Pengen Jabatan

Semarang- Dr. Budiyono, S.H., M.H, CPM telah dhubungi oleh nara sumber yang berkompeten bahwa diduga Siwi Peni selaku Direktur SDM PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) menyampaikan kepada Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) bahwa dirinya getol memperjuangkan hak-hak karyawan PTPN I dengan sangat bersemangat karena meminta jabatan kepada Siwi Peni tetapi tidak dipenuhi.

Kepada awak media budi menjelaskan bahwa pengabdiannya di PT. Perkebunan Nusantara I (Persero) selaku Operation Head sudah berakhir per 01 Juli 2026 berdasarkan Surat Keputusan Direktur PTPN III (Persero). Ya pengabdian saya sudah selesai dan berakhir per 01 Juli 2026, tegas Budi.

Mengawali karir di PTPN sebagai seorang Security dan bisa pensiun sebagai Operation Head bagi saya adalah anugerah yang sangat sangat luar biasa dari Allah SWT. Jadi kalau Siwi Peni benar menuduh saya meminta jabatan kepadanya tetapi tidak dikasih lalu saya melakukan bentuk perjuangan bagi karyawan PTPN I adalah tuduhan yang mengada-ada dan berbau Fitnah, jelas Budi.

Setelah dipensiun saya masih mempunyai tanggungan anak2 yatim piatu yang selama ini saya rawat termasuk juga saya masih memiliki anak dan istri, maka apa salah jika saya yang juga berprofesi sebagai Advokat ini menggunakan keahlian saya untuk berjuang, tegas budiyono yang dikenal sebagai sosok pejuang keadilan.

Budiyono meminta khalayak untuk memahami dan tidak terhasut oleh hasutan-hasutan seperti yang diduga dilakukan oleh Siwi Peni karena saya bekerja secara profesional sebagaimana diketahui bersama bahwa Advokat adalah profesi yang terhormat (officium nobile).

Kelebihan Siwi Peni hanya satu menjadi Direktur SDM PTPN I (Persero) yaitu memecah belah dan memburuk-burukkan orang lain dengan gayanya yang sok lembut, tutur Budiyono menutup konfirmasinya kepada awak media.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *