SUARANUSANTARANEWS
Semarang – Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang (IKAMUS) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema optimalisasi inovasi dan peran sains dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berlangsung pada Jumat,Sabtu, 15–16 Mei 2026, di Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, serta elemen masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas gizi nasional melalui pendekatan ilmiah dan inovatif.
FGD tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Dr. Gunalan AP., M.Si selaku Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, serta Dr. Edy Wuryanto, M.Kep anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.
Turut hadir pula Dr. H. AM Juma’i, SE., MM selaku Ketua Harian Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Semarang (IKAMUS), jajaran pengurus IKAMUS periode 2026–2030, pejabat Badan Gizi Nasional, akademisi, peneliti, serta tamu undangan dari berbagai organisasi masyarakat.
Dalam agenda kegiatan, peserta membahas dua poin utama, yakni Focus Group Discussion mengenai program Badan Gizi Nasional serta perencanaan riset sebagai bentuk peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap program hilirisasi inovasi sains untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.
Ketua Harian IKAMUS, Dr. H. AM Juma’i, SE., MM menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program makan bergizi gratis membutuhkan dukungan keilmuan, teknologi, serta sinergi lintas sektor.
“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga harus mampu melahirkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program makan bergizi gratis perlu didukung dengan kajian ilmiah agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Gunalan AP., M.Si menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia akademik dalam rangka memperkuat kualitas program gizi nasional. Ia menilai hilirisasi inovasi sains menjadi langkah penting agar hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik, melainkan dapat diterapkan secara nyata untuk kepentingan masyarakat.
Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd juga menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pemerintah dalam membangun generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, universitas harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penggerak solusi sosial di tengah masyarakat.
FGD berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai pemanfaatan pangan lokal, sistem distribusi makanan bergizi, edukasi pola hidup sehat, hingga strategi penguatan riset terapan di bidang kesehatan dan pangan.
Melalui kegiatan ini, IKAMUS bersama Badan Gizi Nasional berharap lahir berbagai rekomendasi strategis serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan program Makan Bergizi Gratis yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
(RED)







