Beranda / SERBA-SERBI / “Merdekakan Merbabu dari Sampah”, Ratusan Relawan Angkut 262,2 Kg Sampah

“Merdekakan Merbabu dari Sampah”, Ratusan Relawan Angkut 262,2 Kg Sampah

SUARANUSANTARAnews

BOYOLALI- Semangat menjaga kelestarian alam ditunjukkan Komunitas Sapu Gunung bersama berbagai unsur pemerintah, aparat, relawan dan komunitas lingkungan melalui kegiatan “Merdekakan Merbabu dari Sampah dan Cegah Karhutla” di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, Selasa (18/8/2025).

Mengusung tema “Bersihkan Gunung Merbabu dari Sampah Pasca Acara 17 Agustusan di Atas Gunung Merbabu”, kegiatan tersebut sekaligus membawa pesan kuat: “Bersih Gunung, Jaga Karhutla, Jaga Merbabu untuk Selamanya.”

Kegiatan dipusatkan di Resort Selo, Taman Nasional Gunung Merbabu, Suroteleng, Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Aksi dimulai sekitar pukul 05.30 WIB dan berakhir pukul 15.35 WIB.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih. Para peserta menyusuri jalur pendakian dari Pos 2 hingga kawasan puncak untuk mengumpulkan sampah yang ditinggalkan para pendaki, terutama sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan pegunungan.

Sebanyak 268 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Komunitas Sapu Gunung, pecinta lingkungan, Taman Nasional Gunung Merbabu, Polri, relawan, SAR, BPBD, serta berbagai unsur terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Boyolali Agus Irawan, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Kepala DLH Kabupaten Boyolali, Camat Selo, perwakilan SAR Kota Surakarta, Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Kapolsek Selo Boyolali, personel Unit 1 Subdit 5 Ditintelkam Polda Jawa Tengah, personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimobda Jawa Tengah, Komunitas Sapu Gunung, para relawan dan unsur terkait lainnya. Turut hadir influencer Lahar Bara.

262,2 Kilogram Sampah Diangkut

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menyampaikan apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Dari aksi pembersihan tersebut, berhasil dikumpulkan 262,2 kilogram sampah dari kawasan Pos 2 hingga puncak Gunung Merbabu. Mayoritas sampah yang ditemukan berupa sampah plastik.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membersihkan kawasan gunung, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran para pendaki dan masyarakat agar tidak meninggalkan sampah serta ikut menjaga ekosistem Gunung Merbabu.

“Menjaga gunung bukan hanya tugas pengelola taman nasional, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kesadaran pendaki untuk membawa kembali sampahnya merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bupati: Menjaga Alam Adalah Tanggung Jawab Bersama

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan mengapresiasi kegiatan yang digagas Komunitas Sapu Gunung tersebut.

Menurutnya, upaya menjaga dan melestarikan alam merupakan tanggung jawab bersama, sehingga membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, aparat keamanan hingga para pendaki.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi bersih Gunung Merbabu.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh sekaligus menginspirasi lahirnya kegiatan serupa di wilayah lainnya.

Selain persoalan sampah, perhatian juga diarahkan pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan dinilai dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari persoalan sosial dan ekonomi hingga kesehatan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Boyolali berharap kegiatan bersih gunung dapat dilaksanakan secara berkala. Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan maksimal terhadap kegiatan pelestarian lingkungan.

Jangan Tinggalkan Sampah di Gunung

Aksi “Merdekakan Merbabu dari Sampah” menjadi pengingat bahwa keindahan Gunung Merbabu merupakan kekayaan alam yang harus dijaga bersama.

Sampah seberat 262,2 kilogram yang berhasil diangkut menjadi gambaran bahwa aktivitas pendakian tanpa kesadaran menjaga lingkungan dapat meninggalkan persoalan serius bagi kawasan konservasi.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Sapu Gunung dan seluruh pihak yang terlibat mengajak para pendaki untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.
Sebab, mendaki gunung bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga tentang menjaga gunung agar tetap lestari untuk generasi yang akan datang.

“Bersih Gunung, Jaga Karhutla, Jaga Merbabu untuk Selamanya.”

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *