Beranda / Peristiwa / Pelantikan Sekda Baru Kota Semarang Diharapkan Bawa Penyegaran Birokrasi dan Percepatan Pembangunan

Pelantikan Sekda Baru Kota Semarang Diharapkan Bawa Penyegaran Birokrasi dan Percepatan Pembangunan

SUARANUSANTARAnews

Kota Semarang – Ketua Umum Pengamatan Sosial, Hukum dan Politik Indonesia (PSHPI), Adi Setijawan, SH., menanggapi positif pelantikan Handi Priyanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang yang baru. Menurutnya, kehadiran sosok birokrat berpengalaman dari luar lingkungan Pemerintah Kota Semarang diharapkan mampu membawa penyegaran birokrasi dan mempercepat pembangunan di Kota Atlas.

Adi menilai, pelantikan Handi Priyanto menjadi angin segar bagi tata kelola pemerintahan di Kota Semarang.
Terlebih, Handi sebelumnya dikenal sebagai birokrat berpengalaman di Pemerintah Kota Malang dan terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang.

“Penunjukan birokrat dari luar daerah memberikan perspektif baru bagi birokrasi di Kota Semarang. Ini langkah positif untuk menghilangkan potensi klik atau faksi internal serta menjaga netralitas dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Adi Setijawan.

Menurutnya, pengalaman Handi dalam mengelola pendapatan daerah di Kota Malang menjadi modal strategis untuk mendorong percepatan digitalisasi pelayanan publik sekaligus optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Adi juga menilai proses penetapan Sekda definitif dilakukan secara terbuka dan transparan melalui mekanisme open bidding atau lelang jabatan yang diawasi panitia seleksi independen serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan birokrasi profesional dan bebas dari intervensi politik,” tambahnya.

Diketahui, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti resmi melantik Handi Priyanto sebagai Sekda Kota Semarang setelah dinyatakan memperoleh nilai tertinggi dalam seluruh rangkaian seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Pelantikan tersebut berlangsung di tengah berbagai tantangan yang tengah dihadapi Kota Semarang, mulai dari persoalan banjir, penguatan layanan digital pemerintahan, penanganan stunting, hingga pengentasan kemiskinan.

Adi menilai tantangan terbesar bagi Sekda baru adalah melakukan konsolidasi birokrasi secara cepat serta mengawal arah pembangunan Kota Semarang berbasis penguatan sektor pariwisata dan pelayanan publik menuju tahun 2027.

“Sekda baru tidak hanya dituntut menjadi administrator birokrasi, tetapi juga motor penggerak percepatan pembangunan Kota Semarang agar lebih maju, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(Rakha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *