SUARANUSANTARAnews
Semarang- Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan sosial dan pelayanan publik dengan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu sekaligus meluncurkan Aplikasi E-SANKEM Kota Semarang. Kegiatan tersebut secara resmi dihadiri dan diluncurkan oleh Agustina Wilujeng Pramestuti.
Program santunan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Semarang terhadap anak-anak yatim piatu. Sebanyak 1.000 anak menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp150.000, paket sembako senilai Rp150.000, serta 200 buku Iqro dan Alquran yang diharapkan dapat membantu mereka dalam belajar membaca Al-Qur’an dan memperkuat pendidikan keagamaan sejak dini.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, M. Agus Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial Kota Semarang dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Yayasan kAl Fatihah Kota Semarang.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga sosial menjadi salah satu kunci dalam memperluas manfaat program kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak yatim piatu, tidak hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga dukungan moral dan pendidikan keagamaan,” ujar Agus Junaidi.
Yayasan Al Fatihah Kota Semarang yang turut mendukung kegiatan tersebut berada di bawah pembinaan H. Bambang Eko Purnomo. Keterlibatan yayasan ini menjadi bagian dari komitmen dunia sosial dan filantropi untuk mendukung program-program kemanusiaan di Kota Semarang.
Selain penyaluran santunan, Pemerintah Kota Semarang juga resmi meluncurkan Aplikasi E-SANKEM Kota Semarang sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kemudahan akses layanan berbasis digital. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan serta mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih modern, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Wali Kota Semarang menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan teknologi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan inovasi pelayanan publik dapat terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh masyarakat Kota Semarang.
(Red)







