Beranda / SERBA-SERBI / Warga Srondol Wetan Dibekali Pengetahuan Pencegahan Gagal Ginjal oleh Poltekkes Kemenkes Semarang

Warga Srondol Wetan Dibekali Pengetahuan Pencegahan Gagal Ginjal oleh Poltekkes Kemenkes Semarang

SUARANUSANTARAnews

Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang menggelar program e-Edukasi Dini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit gagal ginjal sejak usia dini. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Srondol Wetan, Semarang, pada (1 Mei 2026) ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Program tersebut dilatarbelakangi meningkatnya risiko penyakit gagal ginjal pada remaja dan dewasa muda akibat pola hidup yang kurang sehat, seperti tingginya konsumsi minuman manis, kurang minum air putih, serta kebiasaan menahan buang air kecil.

Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang, Wenny Trisnaningtyas, mengatakan bahwa edukasi menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ginjal sebelum muncul gangguan yang lebih serius.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.
Dengan membiasakan pola hidup sehat sejak dini, risiko penyakit gagal ginjal dapat ditekan,” ujarnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber Sherly Metasari dan Iwan Sulis Setyawan yang menyampaikan materi secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, simulasi pola minum sehat, serta permainan edukatif agar materi lebih mudah dipahami peserta.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Sekretaris Kelurahan Srondol Wetan, kader kesehatan, dan warga mengikuti kegiatan selama kurang lebih dua jam. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab dan diskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.

Selain penyampaian materi, tim pengabmas juga membagikan media edukasi berbentuk audiovisual sebagai bahan pembelajaran yang dapat digunakan kembali di rumah.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat.
Ketua kegiatan, Juwariah, berharap program e-Edukasi Dini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai wilayah lainnya.

Menurutnya, pencegahan penyakit tidak menular, termasuk gagal ginjal, membutuhkan sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, kader, dan masyarakat.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan ginjal harus dimulai sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti minum air putih yang cukup, mengurangi konsumsi minuman manis, dan menerapkan pola hidup sehat dapat menjadi investasi kesehatan di masa depan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Semarang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari risiko penyakit gagal ginjal.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *